Welcome in My Blog and Have Fun ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌ Thanks for your visiting

Rabu, 22 Mei 2013

Masjid Yang Selamat Dari Bencana Tsunami



1. Masjid Baiturrahman Aceh

     Masjid Raya Baiturrahman erat dengan peristiwa tsunami yang menghempas Aceh di tahun 2004 lalu. Di masjid inilah, puluhan ribu orang mengungsi dan selamat dari musibah. Bangunan masjidnya pun tak hancur dihempas gelombang tsunami.

Pada tanggal 26 Desember 2004, ada puluhan ribu orang yang selamat dan berlindung di Masjid Raya Baiturrahman. baik itu muslim atau non-muslim, pada saat itu air menghempas kencang dan menewaskan banyak korban jiwa. Di saat bangunan lain hancur akibat gelombang tsunami, Masjid Raya Baiturrahman justru masih berdiri tegap. Bahkan, masjid ini tidak hancur meski arus air sangat kencang!

Tuhan berkata lain, kenyatannya Masjid Raya Baiturrahman hanya rusak di bagian pagar saja. Bahkan air tidak masuk ke dalam masjid yang saat itu dipenuhi banyak orang. Inilah keajaiban yang diberikan Tuhan. Gelombang tsunami tak merusak bagian masjid sedikit pun, apalagi meluluhlantahkan Masjid Raya Baiturrahman. Memang, hal ini sulit dibayangkan dengan logika. Tapi jika sudah kuasa Tuhan, apapun yang tidak mungkin bisa saja terjadi.


Banyak mayat-mayat yang terhampar di perkarangan masjid. Saat itu ada sekitar 200 mayat yang disemayamkan dalam satu hari sebelum diambil oleh petugas kemanusiaan. Sejak saat itu, kisah masjid Raya Baiturrahman yang tak hancur dihempas tsunami terdengar kemana-mana. Traveler pun bisa datang ke masjid ini dan melihatnya dari dekat.
Siapa pun boleh datang ke Masjid Raya Baiturrahman. Pihak masjid menyediakan baju jubah, supaya dapat dipakai pengunjung dan terlihat sopan


2. Masjid Jabalurrahaman di Mentawai

Dilanda gempa dengan kekuatan 7,5 SR, gempa ini menyebabkan tsunami air bah setinggi 2 meter dan 50 orang selamat didalamnya.

Kuasa Allah, itu yang hanya mampu dilafaz apabila sebuah masjid di perkampungan Pasapuat, Pulau Pagai Utara, di sini, masih teguh berdiri meskipun kawasan rumah sekitarnya hancur akibat dilanda tsunami.

Ketika kejadian malam Isnin itu, tiga keluarga berlindung dalam masjid yang gelap selepas bekalan elektrik terputus dan mereka hanya mengalami cedera ringan.


Masjid berkenaan yang sudah berusia 31 tahun tidak dimasuki air seolah-olah air mengelak sebaik tiba di pagar masjid itu sebaliknya hanya melalui tepi kiri dan kanan dindingnya.

Ombak setinggi pokok kelapa ketika tsunami itu juga menghancurkan kawasan perumahan sejauh 100 meter dari pantai berkenaan, namun tidak mengorbankan nyawa 321 penduduk yang menghuni kampung berkenaan.



3. Masjid Al-Barkah Situ Gintung


Peristiwa yang sulit dipercaya akal juga terjadi pada tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung, di Cireundeu, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten (wilayah yang berbatasan langsung dengan Jakarta). Peristiwa tersebut telah menewaskan puluhan jiwa, ratusan rumah hancur, dan harta benda yang hilang.

Peristiwa ini seakan membukakan mata akan kekuasaan Allah SWT. Masjid Al Barkah masih berdiri kokoh, meski diterjang air bah, yang justru telah meluluhlantakkan puluhan rumah yang ada di sekitar masjid.
Terjangan air bah dan lumpur yang dahsyat, tidak membuat masjid berlantai dua tersebut roboh. Dari jauh, masjid itu terlihat berdiri masih kokoh, meski di sekelilingnya dipenuhi lumpur tebal.
Permukiman penduduk di sekitar masjid sudah hancur dihantam banjir akibat jebolnya tanggul Situ Gintung yang sudah dibangun sejak zaman Belanda itu. Hanya sedikit tembok masjid yang rusak.
Tak hanya masjid, kejutan lain juga terjadi di ruang Sekretariat Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Di ruangan tersebut ditemukan Alquran yang masih utuh dan dalam keadaan kering. Alquran tersebut ditemukan di atas meja yang penuh air dan berlumpur.
Alquran yang ditemukan dalam keadaan utuh dan kering itu tentu merupakan suatu peristiwa yang sulit diterima akal. Sebab, sejumlah barang seperti meja, televisi, komputer, dan lainnya yang ada di ruangan tersebut sudah terempas air dan lumpur.
"Sejarahnya, Alquran ini merupakan hadiah dari Kedutaan Arab Saudi pada tahun 1990-an. Memang Alquran ini sering digunakan para dosen," kata salah seorang dosen UMJ, Yati Suyati.
Alquran berukuran besar dan berwarna hijau itu saat ini telah disimpan di tempat yang lebih aman.
Selain masjid dan Alquran, ada juga musala yang tetap berdiri kokoh di tengah reruntuhan bangunan yang hancur. Adalah Musala Al Muhajirin yang terletak di RT 04 RW08, Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputat. Musala yang berada tepat di tengah-tengah permukiman warga itu terlihat utuh, meskipun rumah yang ada di sekitarnya sudah rusak akibat disapu air bah dan lumpur.



4. Masjid Kobe di Jepang

     Pada tahun 1928 masjid ini didirikan dan merupakan asjid pertama di Jepang. Kobe gate god selamat dari bom atom pada perang dunia ke 2 pada tahun 1945, tetapi hanya dinding nya yang retak dan kacanya pecah.
    Pada tanggal 17 Januari 1965, Jepang dialanda dengan kekuatan gempa 8,9 SR selama 20 detik , tapi masjid Kobe masih berdiri kokoh sampai sekarrang.





Sumber :

1 komentar:

  1. sejak kapan yg paling bawah itu mesjid kobe??? itu mesjid yg ada do banda aceh, pantai lampuuk

    BalasHapus

If you want to comment, please use the kind word. Keep your talk. it reflects who you really are