Welcome in My Blog and Have Fun ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌ Thanks for your visiting

Sabtu, 16 April 2016

Ilmu Politik Dan Hubungannya Dengan Ilmu - Ilmu Lainnya


Dalam political science, ada 5 pandangan mengenai politik, yaitu :

1. Klasik
2. Kelembagaan
3. Kekuasaan
4. Fungsionalisme
5. Konflik

Diantara ke 5 pandangan diatas, yang termasuk tradisionalism (normative) adalah  Klasik, karena nilai – nilai politik yang terkandung bersifat tidak sesuai dengan realitas yang ada. Arti politik menurut pandangan klasik, bertujuan mencapai kebaikan bersama bagi kepentingan umum. Sangat sulit untuk menafsirkan apa itu kepentingan umum. Sebab setiap individu / golongan memiliki kepentingannya sendiri yang sering disebut kepentingan umum. Jadi hanya berupa teori saja, tidak sesuai dengan kenyataan yang dihadapi. Jadi termasuk tradisonalism.

Sedangkan, yang termasuk behavioralism (perilaku) adalah Kelembagaan, Kekuasaan, Fungsionalisme dan Konflik.
Karena pandangan – pandangan di atas, menjelaskan bahwa politik itu tergantung kepada tingkah laku para politisi itu sendiri. Saya akan menjelaskan alasan kenapa ke 4 pandangan tersebut masuk kedalam behavioralism. Seperti :


  Ø  Kelembagaan
Dalam berpolitik, Negara mempunyai kekuasaan yang paling utama karena mempunyai kedudukan yang tinggi dan menjadi tempat bernaung bagi suatu golongan. Maka apapun yang menjadi kebijakan dan keputusan dalam Negara tersebut, harus dipatuhi oleh setiap anggota masyarakatnya bila tidak ingin mendapatkan sanksi. Pengambilan kebijakan / keputusan itu termasuk perilaku penguasa. Jadi termasuk behavioralism.

  Ø  Kekuasaan
Kekuasaan itu kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain agar bertindak sesuai dengan keinginan yang mempengaruhinya. Kemampuan itu berarti perilaku orang tertentu. Jadi termasuk behavioralism.

  Ø  Fungsionalisme
Dalam konsep pandangan ini, Politik diartikan sebagai perumusan dan pelaksanaan kebijakan umum. Pemerintah dianggap hanya sebagai orang yang mengamati persaingan antar kekuatan politik, bukan orang yang ikut andil dalam politik. Kebijakan umum memiliki banyak arti, karena setiap orang merasa keputusan yang diambil adalah untuk kebijakan umum, padahal mereka memiliki kepentingannya masing – masing dalam kebijakan tersebut. Oleh karena itu, sering kali kebijakan yang diambil tidak memperhatikan kepentingan orang lain, melainkan hanya memperhatikan kepentingan pemerintah dan golongan tertentu. Karena hanya mementingkan kepentingannya sendiri, hal ini termasuk perilaku dalam politik. Jadi termasuk behavioralism.

  Ø  Konflik
Perdebatan yang terjadi antar pihak tertentu untuk memperjuangkan kepentingannya di dalam politik. Karena setiap orang mempunyai kepentingan sendiri dalam berpolitik, maka mereka saling memperjuangkan satu sama lain. Perdebatan itu merupakan tingkah laku dalam politik. Jadi termasuk behavioralism.


Ilmu Politik Yang Mempengaruhi Ilmu - Ilmu Lainnya


   1.          Sejarah

          Sejarah merupakan ilmu yang mempelajari tentang peradaban manusia di zaman dahulu dan perkembangannya secara bertahap. Sejarah membahas tentang berbagai macam ilmu, bukan hanya ilmu politik saja. Ada juga ilmu filsafat, ilmu ekonomi, ilmu sosial dan masih banyak lagi. Dari sejarah, kita bisa mengetahui apa yang terjadi di awal peradaban manusia yang sangat berpengaruh pada kehidupan manusia pada saat ini.

·         Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Sejarah

Tidak bisa dipungkiri bahwa kedua hubungan ini saling berkaitan satu sama lainnya. Oleh sebab itu, sejarah mempunyai peran penting dalam hubungannya dengan ilmu politik dan ilmu lainnya yang melibatkan tentang kekuasaan politik dan kekuasaan negara. Sejarah pada awal peradaban dan zaman kerajaan, merujuk kepada pendirian negara dan pemerintah yang berdaulat. Sejarah di dalam politik juga membahas tentang perkembangan dan pertumbuhan suatu negara atau suatu peradaban/organisasi.


   2.    Filosofi

       Filsafat Adalah Pembuktian Secara Sistematis Dan Rasional Bagi Seluruh Ilmu Yang Ada Di Alam Semesta Termasuk Salah Satunya Adalah Ilmu Politik. Untuk keberadaan pemerintah yang stabil dibutuhkan filosofi politik. Karena di dalamnya banyak membahas mengenai kesatuan pemikiran pada ide-ide dari perjanjian sosial, hak-hak demokratis, pemerintahan yang baik, dan ideologi politik yang mengatur bentuk otoritas baru pemerintahan di masa lalu, serta ide-ide pemberdayaan masyarakat, hak asasi manusia & keadilan, revolusi dan kemerdekaan diartikulasikan oleh filsuf untuk menegakkan peran demokrasi yang berwibawa di masyarakat.

·         Hubungan Ilmu Politik dengan Filsafat

Filosofi politik kuno mengajarkan bahwa fondasi politik adalah keadilan, kebijaksanaan, dan pembangunan kota – kota yang terdapat dalam suatu negara. Keadilan  dibutuhkan sebagai pedoman untuk mencapai kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik yang akhirnya menjadikan ilmu politik sebagai sesuatu yang disiplin.
Para filsafat politik dalam studi struktur pemerintahan, yaitu : Niccolo Machiavelli pada struktur epistemologis pemerintahan. Thomas Hobbes pada perjanjian sosial, Baruch Spinoza pada otoritas politik dan egoisme rasional, Confucius pada etika politik, John Locke sifat otoritas kedaulatan warga negara, Baron De Montesquieu pada sistem presiden check and balance. Voltaire pada advokasi kebebasan sipil. Jean-Jacques Rousseau pada kehendak umum dan demokrasi yang ideal, dan filsuf politik lainnya yang membentuk keberadaan pemerintahan dan negara yang stabil.


   3.                Sosiologi

          Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang interaksi manusia dalam masyarakat dan hal – hal lain yang berkaitan dengan kegiatan sosial manusia. Seperti : budaya masyarakat, tradisi, hubungan antar sesama, nilai – nilai norma, keyakinan (agama), kekeluargaan dan masih banyak lagi.
           Praktik politik pada pemerintahan dinasti, sehubungan dengan otoritas, perumusan hukum sesuai dengan adat istiadat dan norma-norma, agama memiliki hubungannya dengan pembentukan pemerintah dan negara.


·         Hubungan Ilmu Politik dengan Sosiologi

Hal yang dipelajari dalam ilmu sosiologi berkaitan dengan interaksi dan kehidupan sosial manusia serta perkembangannya. Dalam politik pasti ada interaksi antar manusia. Dan organisasi politik sangat berhubungan langsung dengan manusia. Manusia adalah aspek penting suatu negara dalam berpolitik. Oleh karena itu, dalam ilmu politik dibutuhkan ilmu sosiologi karena 2 hal ini saling berkaitan satu sama lain. Ilmu sosiologi mempunyai ilmu yang sangat luas bila dibandingkan dengan ilmu politik, karena ilmu sosiologi mengikuti perkembangan pertumbuhan manusia yang begitu pesat.
Kekhawatiran dalam menangani masalah sosial seperti indeks pertumbuhan manusia, angka kematian dan angka kesakitan, kelahiran anak, harapan hidup, pengangguran dan ketenagakerjaan, perjudian ilegal dan pelacuran termasuk dampak dari masalah kecanduan narkoba dan kenakalan remaja, adanya permasalahan yang menciptakan masalah penduduk liar, dan masalah tentang perdamaian dan ketertiban, dan keamanan termasuk masalah meningkatnya kejahatan oleh masyarakat miskin di perkotaan dan proses sosial lainnya yang relevan dengan stratifikasi masyarakat
Manusia hidup di suatu negara harus diatur supaya lebih baik dan tidak terjadi kesemrawutan dalam negara tersebut seperti hal – hal diatas. Maka dibutuhkan ilmu politik supaya tercipta manusia yang disiplin, pemerintahan yang efisien dan negara yang lebih terarah.

   4.             Psikologi


            Ilmu yang mengamati  tentang pikiran dan perilaku manusia dalam situasi sosial. Ilmu psikologi mengajarkan kita tentang sifat dasar yang dimiliki oleh manusia. Setiap perbuatan manusia menggunakan akal dan pikirannya. Oleh karena itu, untuk mengetahui maksud tertentu dalam tingkah laku setiap individu di masyarakat, kita harus mengamatinya terlebih dahulu.

·         Hubugan Ilmu Politik dengan Psikologi

Setiap individu memiliki pandangan yang berbeda terhadap politik. Oleh sebab itu, bagi para politisi harus mempelajari perilaku politik, dan survey politik terhadap kinerja politisi selama ini. Serta mengevaluasi kepuasan pelayanan public yang sudah diberikan oleh pemerintah dan para pemangku kepentingan.
Ilmu politik mempelajari tingkah laku masyarakat umum, maka ilmu politik sangat berkaitan dengan psikologi.

   
   5.           Ekonomi

   Ekonomi adalah hal yang paling dasar dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Saat berbicara ekonomi, tidak bisa dipungkiri bahwa kita sedang membahas pengeluaran, pemasukan, atau apapun itu yang berkaitan soal uang. Bisa diartikan bahwa ekonomi mengajarkan masyarakat untuk memperoleh kekayaan. Banyak permasalahan yang timbul didasari oleh kebutuhan ekonomi. Maka perekonomian suatu Negara tergantung bagaimana kondisi perekonomian masyarakatnya. Sebab pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadapa kemajuan suatu bangsa.

Jika perekonomian masyarakatnya mengalami banyak kendala bahkan penurunan, bisa dikatakan bahwa sistem di Negara-nya buruk, termasuk sistem ketenagakerjaannya, sumber daya manusia itu sendiri, pendapatan dan anggaran, berapa banyaknya lowongan pekerjaan yang tersedia, apakah sebanding dengan jumlah penduduk di Negara tersebut, jika tidak, lalu mereka harus menjadi pengusaha yang bisa menciptakan lowongan kerja, namun untuk menjadi seorang pengusaha / berdagang membutuhkan modal yang bisa dibilang tidak sedikit untuk memulai suatu usaha.


·           Hubugan Ilmu Politik dengan Ekonomi

Dalam berpolitik, juga harus memperhatikan kondisi ekonomi masyarakatnya. Seperti : pembangunan infrastruktur (jalanan umum, jembatan, taman/wisata untuk penghasilan dan kemajuan daerah itu sendiri). Bila sistem ekonominya saja tidak teratur, bagaimana rakyat bisa berpolitik secara tertib. Penghasilan masyarakat sangat berpengaruh terhadap pemerintahan
Politik itu membutuhkan uang (yang tidak sedikit). Para politisi bisa diartikan bukan orang yang kekurangan dalam bidang ekonomi. Maka dia berani berpolitik, sebab tingkat kekayaan dia diatas orang – orang disekitarnya. Dengan kemampuan dia dalam bidang ekonomi, dia bisa membantu membangun daerahnya menjadi lebih maju. Aspek yang dapat memajukan perekonomian bangsa adalah pajak, devisa, bea dan cukai, dll.


   6.              Public Administration

   Public administration (administrasi publik) mengamati jalannya pengelolaan suatu organisasi publik / organisasi berbasis pemerintahan. Seperti : kelurahan, dinas – dinas, departemen, dan lain – lain yang berhubungan langsung dengan urusan masyarakat di suatu negara. Karena kebutuhan masyarakatnya banyak, maka harus ada yang mengatur, yaitu Organisasi Publik. Organisasi publik bertugas mengatur bagaimana jalannya program pemerintah dan sumber daya yang diberikan pemerintah untuk kesejahtaraan masyarakat umum. Apakah berjalan sesuai seharusnya, atau malah digunakan untuk hal – hal yang tidak bertanggung jawab.


·           Hubugan Ilmu Politik dengan Public Administration

Tujuan dari administrasi publik untuk memastikan pelayanan terhadap masyarakat sudah dilakukan dengan sebaik – baiknya. Sebab apapun tugas administrasi publik pasti berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat. Seperti : memberantas kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pelayanan social bagi masyarakat menengah ke bawah.

   7.                 Komunikasi

          Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari sesorang kepada orang lainnya. Manusia adalah makhluk sosial, dia tidak bisa hidup sendiri. Maka manusia membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satunya adalah berinteraksi. Setiap individu melakukan interaksi untuk mendapatkan informasi yang ingin diketahui olehnya. Setelah komunikasi terjadi, maka akan muncul kesamaan pemahaman mengenai suatu hal. Jika seseorang ingin berpolitik, dia harus berkomunikasi dengan orang lainnya sebaik mungkin agar orang lain bisa ikut dengan apa yang dia mau.




·           Hubugan Ilmu Politik dengan Ilmu Komunikasi

Politik adalah kepandaian dalam berkomunikasi untuk membujuk orang lain agar terpengaruh dengan apa yang kita bicarakan. Disinilah komunikasi itu sangat dibutuhkan dalam berpolitik atau biasa disebut dengan Komunikasi Politik. Komunikasi Politik adalah komunikasi yang didalamnya mengandung unsur – unsur politik (kepentingan, membujuk/mempengaruhi) atau aktor – aktor  yang berperan dalam politik.

Karena pada dasarnya, untuk berpolitik tidak memerlukan hal yang berbagai macam, intinya hanya perlu satu, KOMUNIKASI. Jika anda pandai dalam berkomunikasi, pasti banyak orang yang akan terpengaruh dengan omongan anda. Kampanye adalah tempat dimana anda harus mengeluarkan kemampuan anda dalam berkomunikasi untuk mempengaruhi orang banyak.

Sudah jelas bahwa komunikasi dan politik sangat berkaitan erat. Tanpa adanya komunikasi di dalam politik, tidak akan terjadi kesamaan pemahaman dan akan menciptakan konflik antar manusia. Tanpa adanya politik di dalam komunikasi, berarti anda tidak akan pernah bisa merealisasikan kekuasaan dan kebijakan masyarakat dalam mencapai tujuan yang anda inginkan, hanya terjadi komunikasi biasa satu sama lain.
Apabila komunikasinya berhasil, pasti politiknya berhasil.

Contoh : Iklan Politik
Iklan politik dianggap kegiatan yang dapat mematikan fungsi iklan yang sebenarnya. Karena iklan ini hanya menguntungkan bagi kepentingan individu / golongan tertentu. 


Tidak ada komentar:

If you want to comment, please use the kind word. Keep your talk. it reflects who you really are